Sponsors Link

6 Cara Mendiagnosis Penyakit Ginjal Kronis

Sponsors Link

Cara mendiagnosis penyakit ginjal kronis atau CKD yang paling utama adalah dengan tes darah dan juga tes urin untuk mendeteksi ketidakseimbangan kimiawi yang disebabkan oleh hilangnya fungsi ginjal secara progresif. Tes bisa disertai juga dengan tes pencitraan dan biopsi yang dipakai untuk menentukan penyebab pasti dari disfungsi. Tes fungsi ginjal sangat penting dilakukan untuk memantau perkembangan penyakit dan respons anda terhadap terapi dan juga untuk menentukan stadium penyakit serta bisa membantu untuk membedakan antara CKDdari cedera ginjal akut.

ads

1. Laboratorium dan Tes

Penyakit ginjal kronis berkembang pada saat ginjal tidak lagi bisa menyaring limbah dan mengatur keseimbangan air serta asam dalam tubuh. Penyakit ini bisa didiagnosis dengan mengukur zat zat tertentu yang dikenal sebagai penanda yang naik dan turun pada saat gangguan ginjal terjadi.

Proses penyaringan dimulai dengan baterai tes darah dan urin yang mengevaluasi penanda diagnostik standar seperti serum kreatinin, laju filtrasi glomerulus, albumin urin dan nitrogen urea darah atau BUN.

2. Kreatinin Serum

Test serum creatinine atau SCr berguna untuk mengukur jumlah zat yang disebut kreatinin dalam darah. Kreatinin merupakan produk sampingan dari metabolisme otot yang diekskresikan dalam urin. Karena kreatinin diproduksi dan diekskresikan pada tingkat yang cukup stabil, kreatinin merupakan ukuran dari fungsi ginjal yang andal.

Rentang normal SCr adalah:

  • 0,5 hingga 1.1. miligram (mg) per desiliter (dL) pada wanita
  • 0,6 hingga 1,2 mg / dL pada pria

3. Tingkat Filtrasi Glomerulus

Glomerular filtration rate atau GFR merupakan perkiraan seberapa baik bagian organ ginjal anda berfungsi. Secara khusus, ini akan memperkirakan seberapa banyak darah melewati filter kecil dari ginjal anda yang disebut glomeruli setiap menit.

Untuk menghitung GFR anda, lab akan memakai alogaritma yang memperhitungkan nilai SCt anda, etnis, usia, jenis kelamin, tinggi dan juga berat. Hasilnya bisa memberikan gambaran yang relatif akurat kepada dokter untuk mengetahui apakah ginjal anda berfungsi secara normal atau tidak normal.

Rentang referensi GFR adalah sebagai berikut:

  • 90 hingga 120 mililiter (mL) per menit: Normal
  • Di bawah 60 mL / mnt: CKD
  • Di bawah 15 ml / menit: Gagal ginjal, juga dikenal sebagai penyakit ginjal stadium akhir (ESRD)

Nilai GFR bisa sedikit bervariasi dari satu lab ke yang berikutnya karena beberapa mungkin memakai rumus yang berbeda untuk menghitung GFR. Untuk itu, tes anda harus dilakukan pada lab yang sama untuk memastikan konsistensinya.

4. Kreatinin Clearance

Cara mendiagnosis ciri ciri penyakit ginjal kronis juga bisa dilakukan dengan kreatinin clearance atau CrCl yang membandingkan kreatinin serum anda dengan jumlah kreatinin yang diekskresikan dalam urin selama 24 jam. Alogaritme juga akan memperhitungkan tinggi dan berat badan, usia serta etnis anda.

Kisaran normal dari nilai CrCl tersebut adalah:

  • 88 hingga 128 mL / menit untuk wanita
  • 97 hingga 137 mL / menit untuk pria

5. Albumin Kemih

Golmeruli merupakan komponen dari unit penyaringan yang disebut dengan nefron. Peran nefrom sendiri adalah untuk menaring sel sel yang lebih besar seperti sel darah merah dan juga protein sehingga tidak diekskresikan. Pada saat nefron rusak, protein dan darah bisa keluar dari tubuh lewat urin.

Salah satu protein bernama albumin bisa digunakan laboratorium untuk mendeteksi proteinuria dan dokter bisa melakukan tes urin 24 jam atau sebagai alternatifnya adalah menghitung rasio albumin urin terhadap kreatinin serum.

Kisaran normal albumin urin adalah:

  • 0 hingga 8 mg / dL untuk tes urin 24 jam
  • 0 hingga 30 untuk rasio albumin / kreatinin urin.
    Sponsors Link

6. Nitrogen Urea Darah

Blood urea nitrogen [ BUN] atau nitrogen urea darah berguna untuk mengukur jumlah produk limbah dalam darah yang disebut dengan urea nitrogen atau urea darah tinggi. Nitrogen urea tersebut akan dibuat pada saat organ hati memecah protein seperti kreatinin serum yang diproduksi dan diekskresikan pada tingkat yang cukup konsisten.

Kisaran normal nilai BUN adalah:

  • 6 hingga 21 mg / dL untuk wanita
  • 8 hingga 24 mg / dL untuk pria

Nilai BUN yang tinggi juga bisa menunjukkan penyebab gagal ginjal, gagal jantung, dehidrasi, atau obstruksi saluran kemih atau obstruksi outlet kandung kemih.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Tips