Sponsors Link

Bagaimana Cara Ginjal Mengatur Keseimbangan Asam Basa?

Sponsors Link

Asam basa atau dikenal dengan pH adalah logaritma negatif ion hidrogen sebab konsentrasi ion hidrogen normalnya adalah rendah dan karena jumlah kecil dan tidak praktis. Sedangkan ginjal merupakan organ yang mengatur pH tubuh dengan cara mengontrol keseimbangan asam basa lewat pengeluaran urin yang asam atau basa apabila gejala awal penyakit ginjal tidak terjadi. Pengeluaran urin asam nantinya akan mengurangi jumlah asam dalam cairan ekstraseluler, sementara pengeluaran urin basa akan menghilangkan basa dari cairan ekstraseluler.

ads

Sementara untuk cara ciri ciri ginjal sehat dalam mengatur keseimbangan asam basa yakni ekskresi urin asam atau basa oleh ginjal adalah sebagai berikut:

  • Sejumlah ion karbonat akan disaring terus menerus dalam tubulus.
  • Jika ion karbonat diekskresikan dalam urin, maka ini akan menghilangkan basa darah.
  • Sebaliknya jumlah ion hidrogen akan diekskresikan dalam lumen tubulus dari sel sel epitel tubulus sehingga akan menghilangkan basa darah.
  • Jika lebih banyak ion hidrogen yang diekskresikan dibandingkan dengan ion karbonat yang disaring, maka kehilangan basa terjadi dari cairan ekstraseluler.
  • Jika lebih banyak bikarbonat yang disaring dibandingkan hidrogen yang diekskresikan, maka akan terjadi kehilangan basa.

Mekanisme Pengaturan Ion Hidrogen

Sedangkan pengaturan keseimbangan konsentrasi ion hidrogen yang dilakukan ginjal apabila ginjal rusak tidak terjadi maka akan melalui tiga mekanisme dasar yakni:

  1. Sekresi Ion Hidrogen di Tubulus Ginjal

Sekresi ion hidrogen akan terjadi pada sel epitel tubulus proksimal, segmen tebal asenden ansa henle dan juga tubulus distal dalam cairan tubulus. Proses ekskresi nantinya akan dimulai saat co2 berdisfusi dalam sel tubulus atau terbentuk lewat metabolisme sel dalam epitel tubulus. Co2 nantinya akan terikat dengan H2o dan membentuk H2Co3 lewat reaksi yang dikatalisis dari enzim karbonik anhidrase.

Natrium nantinya akan bergerak ke dalam sel lewat gardien konsentrasi yang sudah dicapai pompa natrium kalium ATP-ase pada membran basolateral lalu menyediakan energi yang nantinya akan menggerakan ion hidrogen dalam arah berlawanan dari dalam sel menuju lumen tubulus. Setiap ion hidrogen yang diekskresikan dalam lumen tubulus, maka satu ion bikarbonat akan masuk menuju darah apabila tidak terjadi tanda tanda ginjal rusak

Sponsors Link

  1. Reabsorbsi Ion Karbonat yang Disaring

Iob bikarbonat akan yang nantinya disaring akan direabsorbsi ginjal agar kehilangan bikoarbonat dalam urin bisa dicegah. Nantinya, sekitar 80 hingga 90% reabsorbsi bikarbonat akan terjadi dalam tubulus proksimal sehingga hanya sedikit ion bikarbonat yang mengalir dalam tubulus distal dan juga duktus kolligens.

Ion bikarbonat tidak dengan mudah bisa menembus membran luminal sel tubulus ginjal sehingga ion bikarbonat akan disaring glomerulus tidak bisa diabsorbsi secara langsung. Ion bikarbonat yang disaring glomerulus nantinya akan bereaksi dengan ion hidrogen yang diekskresikan sel tubulus dan membentuk H2Co3 dari kerja enzim karbonik anhidrase. Kemudian akan berdiasosiasi menjadi C02 dan juga H2o.

Co2 nantinya akan bergerak secara mudah lewat membran tubulus dan Co2 akan kembali bergabung dengan H20 dan dibawah pengaruh enzim karbonik anhidrase, nantinya akan menghasilkan molekul H2Co3 yang baru. H2Co3 nantinya akan berdisosiasi membentuk ion bikarbonat dan ion hidrogen dan ion karbonat akan berdifusi lewat membran basolateral peritubular pada ciri ciri ginjal sehat.

  1. Produksi Ion Bikarbonat yang Baru

Apabila ion hidrogen diekskresikan dalam bikarbonat berlebih yang difiltrasi dalam cairan tubulus, maka hanya sebagian kecil dari kelebihan ion hidrogen yang bisa diekskresikan dalam bentuk ion hidrogen pada urin dan pH minimal urin nantinya akan sekitar 4.5. 

Sponsors Link

Jika kelebihan ion hidrogen terjadi dalam urin, maka ion hidrogen akan bergabung dengan penyangga selain bikarbonat sehingga akan menghasilkan pembentukan ion bikarbonat baru dan masuk dalam darah. Dengan ini, maka kehilangan ion bikarbonat dari cairan ekstraseluler dalam keadaan asidosis bisa terjadi dan penyangga yang terpenting dalam mekanisme tersebut adalah phospat dan amonia agar gangguan ginjal tidak terjadi.

Cara ginjal mengatur keseimbangan asam basa akan mencegah terjadinya asidosis atau alkalosis dengan cara mengekskresikan urin asam atau urin alkali sehingga nantinya konsentrasi ion hidrogen akan kembali disesuaikan menuju normal selama asidosis dan alkalosis bereaksi lebih lambat untuk mencegah macam macam penyakit ginjal.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Anatomi