Sponsors Link

Apakah Calciphylaxis?

Sponsors Link

Calciphylaxis merupakan komplikasi ginjal yang jarang terjadi namun bersifat serius. Kondisi tersebut menyebabkan kalsium akan menumpuk pada pembuluh darah lemak dan juga kulit. Caliphylaxis juga disebut dengan arteriolopati uremik klasifikasi yang paling sering terjadi pada orang dengan ciri ciri penyakit ginjal kronis lanjut atau end stage renal disease atau orang dengan gagal ginjal yang menjalani dialisis atau menjalani transplantasi ginjal. Pada dialisis, mesin penyaring dan memurnikan darah karena ginjal tidak bisa melakukannya sendiri.

Calciphylaxis menghasilkan pembentukan lesi kulit yang terasa sangat menyakitkan dan ini sering kali menyebabkan infeksi yang serius dan bisa berakibat fatal.

Gejala Calciphylaxis

Gejala utama dari calciphylaxis adalah lesi kulit pada bawah tungkai atau daerah dengan kandungan lemak yang lebih tinggi seperti bokong, payudara dan juga perut. Lesi nantinya akan bertambah dan berkembang menjadi bisul atau nodul yang terasa sangat menyakitkan dan sulit untuk sembuh.

Seseorang dengan calciphylaxis juga mungkin memiliki kadar kalsium atau hiperkalsemia dan fosfat atau hiperfosfatemia yang lebih tinggi dibandingkan normal dalam darah dan mungkin juga akan memiliki gejala hiperparatiroidisme.

Hiperparatiroidisme bisa terjadi pada saat kelenjar paratiroid menghasilkan terlalu banyak hormon paratiroid atau PTH. PTH tersebut bisa membantu kadar kalsium, fosfor dan vitamin D dalam tulang dan darah. Sedangkan beberapa gejala lain dari calciphylaxis diantaranya adalah:

  • Kelemahan.
  • Kelelahan.
  • Kram.
  • Pegal pegal.
  • Depresi.

Pengaruh Calcyphylaxis Pada Kulit

Calciphylaxis terjadi karena penumpukan kalsium dalam pembuluh darah dan penyebab pasti dari penumpukan tersebut juga tidak jelas. Ada beberapa proses yang mungkin terjadi termasuk dengan masalah metabolisme mineral dan hormon termasuk:

  • Kalsium.
  • Fosfat.
  • Hormon paratiroid atau PTH di mana PTH bertanggung jawab untuk menormalkan kadar kalsium, vitamin D dan juga fosfor dalam tulang dan darah.

Gangguan pada metabolisme mineral dianggap sebagai akibat dari gejala awal penyakit ginjal namun mekanisme pastinya tidak benar benar dipahami. Ini terutama benar karena kondisi tersebut bisa terjadi pada orang dengan fungsi ginjal normal. Namun, dibutuhkan lebih banyak penelitian untuk memahami kondisi tersebut.

Faktor Risiko Calciphylaxis

Orang dengan penyakit ginjal lanjut akan berisiko lebih tinggi mengalami calciphylaxis tersebut. Dari sebuah studi yang diterbitkan oleh São Paulo State University, calciphylaxis terjadi pada sekitar 1 sampai 4.5% orang yang menjalani dialisis.

Ini dianggap sebagai kondisi yang langka namun menjadi lebih umum sebab jumlah orang yang menjalani dialisis juga semakin meningkan. Selain itu, calciphylaxis juga sering dilaporkan terjadi pada orang yang menerima dialisis sekaligus juga:

  • Mengalami obesitas.
  • Memakai kortikosteroid sistemik.
  • Memakai warfarin untuk mengobati atau mencegah pembekuan darah.
  • Mengkonsumsi suplemen kalsium yang mengandung pengikat fosfat.
  • Menderita diabetes.
  • Menderita penyakit hati.

Mesi calciphylaxis sebagian besar terjadi pada orang dengan penyakit ginjal atau gangguan ginjal lanjut, namun terkadang diagnosis pada orang dengan fungsi ginjal normal juga bisa terjadi ketika orang tersebut memiliki beberapa kondisi seperti:

  • Penyakit radang usus.
  • Kanker.
  • Hiperparatiroidisme primer.
  • Kondisi autoimun seperti lupus erythematosus sistemik atau lupus, penyakit Crohn atau rheumatoid arthritis.
  • Kondisi hiperkoagulabel seperti protein C dan defisiensi protein S.
  • Penyakit hati alkoholik.

Calciphylaxis paling sering dilaporkan pada orang orang yang berusia di atas 50 tahun. Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Journal of Kidney Diseases, calciphylaxis terjadi dua kali lebih sering pada wanita dibandingkan pria.

Ddiagnosis Calciphylaxis

Dokter mungkin akan mencurigai calciphylaxis berdasarkan adanya lesi kulit yang menyakitkan dan juga riwayat kesehatan seseorang. Mereka umumnya akan menjalankan beberapa tes untuk memastikan diagnosis dan menyingkirkan komplikasi ciri ciri ginjal rusak ginjal kronis lainnya. Beberapa diagnostik tersebut diantaranya adalah:

  • Biopsi kulit.
  • Tes darah untuk kadar kalsium, fosfor, alkali, hormon paratiroid, fosfatase dan 25 hydroxyvitamin D.
  • Tes darah fungsi hati.
  • Tes fungsi ginjal radiostopik.
  • Tes untuk mengevaluasi infeksi seperti hitung darah lengkap dan tes kultur darah.

Pengobatan Calciphylaxis

Untuk saat ini, masih belum ada pengobatan efektif yang tersedia untuk mengatasi calciphylaxis. Perawatan saat ini hanya difokuskan pada merawat lesi kulit, mencegah infeksi dan juga mengoreksi konsentrasi kalsium dan fosfor dalam darah.

Sponsors Link
>
, , ,