Sponsors Link

Bahaya Bakteri E Coli Untuk Ginjal Paling Utama

Sponsors Link

Wabah E coli terkait selada romaine sudah menjadi banyak berita utama di seluruh dunia. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit [CDC], 32 orang sudah terinfeksi dengan strain wabah E coli penghasil racun shiga. Lalu, apa saja bahaya bakteri E coli untuk ginjal manusia?, berikut penjelasan selengkapnya untuk anda.

ads

Ecoli merupakan jenis bakteri yang ditemukan pada usus manusia dan hewan. Ada berbagai jenis E coli yang memang sebagian tidak berbahaya, namun sebagian lagi bisa berbahaya yang menyebar lewat makanan atau air yang sudah terkontaminasi.

E coli penghasil racun Shiga [STEC] merupakan jenis E coli yang berbahaya dan paling sering terlibat dalam wabah. Ini bisa menyebabkan kram perut, diare, demam dan juga muntah. Infeksi STEC tersebut bisa saja ringan dan sembuh dengan sendirinya sesudah 5 hingga 7 hari, namun juga bisa parah dan bisa menyebabkan gagal ginjal dan inilah yang menjadi bahaya bakteri E coli untuk ginjal.

Infeksi dengan SETC ini bisa menyebabkan kondisi yang disebut dengan hemolytic uremic syndrome atau HUS yang merupakan jenis dari gagal ginjal kronis. Sekitar 5 hingga 10% orang yang terkena infeksi STEC akan menderita HUS. Di HUS tersebut, bakteri STEC akan menghancurkan sel darah merah yang kemudian bisa memblokir filter ginjal dan menyebabkan ginjal rusak serta akhirnya gagal ginjal.

Gejala awal HUS sendiri pada awalnya adalah darah dalam tinja, muntah atau diare, demam dan merasa sangat kelelahan. Sedangkan gejala selanjutnya bisa berupa kurang buang air kecil berbeda dengan frekuensi buang air kecil normal, memar tanpa penyebab yang jelas, kulit terlihat pucat dan juga pendarahan dari mulut serta hidung. Jika anda mengalami beberapa gejala tersebut, maka harus segera pergi ke rumah sakit.

Tergantung dari kerusakan HUS, anda mungkin juga harus menjalani dialisis untuk sementara waktu atau melakukan transfusi darah. Untungnya, kebanyakan penderita akan pulih sepenuhnya dari HUS sesudah beberapa minggu. Akan tetapi ginjal rusak bisa menyebabkan penyakit ginjal kronis atau bahkan gagal ginjal di kemudian hari.

Anak kecil berusia di bawah 5 tahun dan orang dewasa di atas usia 65 tahun akan lebih mungkin terkena infeksi E coli parah sesudah STEC. Faktanya, HUS yang disebabkan STEC ini merupakan penyebab terbesar dari gagal ginjal akut pada anak anak. Orang dengan HIV, diabetes serta kanker juga lebih berisiko terkena STEC ini. Tidak ada obat untuk menyembuhkan infeksi E coli. Sedangkan untuk perawatan yang bisa dilakukan adalah istirahat dan banyak minum air atau mendapatkan cairan infus jika memang infeksi yang dialami sudah parah.

Pencegahan Bakteri E Coli

  • Anda mungkin bisa melakukan beberapa langkah pencegahan E coli dengan beberapa langkah berikut ini.
  • Hindari minum jus, susu dan sari buah apel yang belum dipasteurisasi.
  • Usahakan untuk tidak menelan air ketika sedang berenang di semua jenis danau, aliran, kolam sebab air bisa terkontaminasi dengan E coli dari limpasan tanah.
  • Pastikan untuk mencuci tangan dengan baik sesudah memegang daging mentah, mengganti popok atau berkunjung ke kebun binatang.
  • Jika salah satu anggota keluarga anda didiagnosis menderita infeksi E coli, maka anggota keluarga yang lain harus waspada sebab sangat memungkinkan juga bisa terkena sumber terkontaminasi yang sama.
  • Bersihkan semua permukaan dan peralatan di dapur jika anda mencurigai infeksi berasal dari makanan.
  • Untuk mencegah E coli menyebar ke orang lain, maka cuci tangan anda dengan baik sesudah menggunakan kamar kecil dan sebelum menyiapkan makanan.
    Sponsors Link

Meski E coli bisa terjadi pada siapa saja, namun E coli tidak menular lewat kontak seperti berpelukan atau berciuman. Dari ulasan di atas bisa dilihat jika bakteri E coli yang biasa membuat makanan dan air terkontaminasi bisa berbahaya untuk bagian organ ginjal bahkan bisa menyebabkan gagal ginjal akut.

Sponsors Link
>
, , , ,