Sponsors Link

Askep Gagal Ginjal Akut yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Ginjal adalah salah satu organ di dalam tubuh yang berfungsi untuk sekresi, yaitu membantu membuang limbah yang menumpuk di aliran darah melalui urine. Ginjal harus dijaga kesehatannya. Jika tidak, maka bukan tidak mungkin jika akan ada gangguan pada organ tersebut. Beberapa penyakit yang terjadi pada ginjal cukup banyak, namun yang paling sering terjadi adalah gagal ginjal. Gagal ginjal itu sendiri bisa terjadi secara bertahap (kronis) dan juga bisa terjadi secara tiba-tiba (akut).

ads

Seperti yang sudah disebutkan di atas, gagal ginjal akut merupakan salah satu penyakit pada ginjal yang mengindikasikan penurunan fungsi ginjal secara tiba-tiba atau ginjal tidak bisa bekerja secara mendadak. Tentunya hal ini akan berdampak buruk bagi kesehatan secara keseluruhan karena darah menjadi penuh dengan limbah yang tidak bisa dikeluarkan oleh ginjal. Pasien gagal ginjal akut harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat untuk perawatan dan penanganan lebih lanjut.

Di rumah sakit, pasien akan ditangani oleh para ahli seperti dokter dan perawat. Perawat biasanya akan langsung melakukan prosedur askep gagal ginjal akut untuk menangani pasien. Askep itu sendiri adalah singkatan dari Asuhan Keperawatan, yaitu konsep atau tata urutan penanganan kepada pasien yang dilakukan untuk kondisi penyakit tertentu. Berikut beberapa runtutan kegiatan atau konsep askep gagal ginjal akut yang dilakukan.

Baca juga:

Secara umum, askep pada pasien gagal ginjal akut dilakukan dalam beberapa tahapan utama, mulai dari pengkajian hingga evaluasi. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini.

1. Pengkajian

Tahapan pertama yang dilakukan adalah pengkajian. Pengkajian merupakan tahapan utama atau dasar dari setiap prosedur perawatan pada semua pasien. Tujuannya adalah untuk mengetahui atau mengidentifikasi awal mengenai kondisi dan juga kebutuhan pasien untuk kemudian dilanjutkan dengan diagnosis lebih lanjut. Hal-hal yang didata pada proses pengkajian ini antara lain:

  • Identitas pasien – Dalam hal ini akan didata mengenai nama, usia, tempat tanggal lahir, nama orang tua, pekerjaan, jenis kelamin, dan beberapa data diri lainnya.
  • Keluhan utama – Dalam hal ini akan didata apa saja keluhan atau gejala utama dari pasien. Misalnya apakah pasien mengalami kelemahan, kram otot, insomnia, dan beberapa gejala lainnya.
  • Riwayat kesehatan – Dalam hal ini akan didata mengenai riwayat kesehatan pasien dan juga beberapa pengobatan atau penyakit yang sebelumnya pernah diderita oleh pasien, jenis obat, dan dosisnya.
  • Aktifitas dan pola istirahat – Pasien juga akan ditanyai mengenai aktifitas sehari-hari serta pola istirahat sehari-hari. Apakah pasien sering merasa lelah atau sulit untuk tidur, dan sebagainya.
  • Sirkulasi – Pasien akan didata mengenai riwayat sirkulasi darahnya, misalnya apakah ada riwayat tekanan darah tinggi, pendarahan, nadi lemah, dan sebagainya.
  • Integritas ego – Dalam hal ini juga akan diperiksa mengenai kestabilan emosi pasien, misalnya yang berkaitan dengan stress, perasaan takut, mudah marah, atau mudah berubah moodnya.
  • Eliminasi – Dalam hal ini juga akan diperiksa mengenai frekuensi dan volume urine, gangguan pada sistem pencernaan, serta perubahan warna urine.
  • Makanan dan cairan – Pasien juga akan didata mengenai berat badan (naik turunnya), gejala mual atau muntah, apakah muncul rasa logam dari mulut, dan beberapa pemeriksaan lainnya.
  • Neurosensori – Pasien akan dideteksi lebih lanjut mengenai gejala lain dari gagal ginjal akut, misalnya sakit kepala, gangguan fungsi otak, kejang, atau penipisan pada rambut.
  • Nyeri – Juga akan dilihat apakah pasien mengalami nyeri punggung, nyeri kaki, atau nyeri lainnya.
  • Pernafasan – Identifikasi dilanjutkan dengan melihat pola pernafasan pasien, seperti nafas penderk, atau batuk-batuk.
  • Keamanan – Kondisi kulit pasien juga akan diperiksa, apakah terjadi gatal-gatal, demam, atau juga keterbatasan gerak pada bagian sendi.

Proses identifikasi harus dilakukan dengan lengkap dan jangan sampai ada yang tertinggal. Hal ini diperlukan karena data tersebut akan dijadikan acuan untuk mendiagnosis penyakit dari pasien di tahapan berikutnya.

Baca juga:

Sponsors Link

2. Diagnosis Keperawatan

Tahapan selanjutnya setelah proses identifikasi adalah diagnosis keperawatan. Diagnosis ini ditentukan sesuai dengan identifikasi yang tadinya sudah dilakukan pada pasien dengan sangat lengkap. Berikut ini beberapa diagnosis keperawatan dari askep gagal ginjal akut.

  • Fase diuresis penyakit GGA (Gagal ginjal akut) ditandai dengan defisit volume cairan.
  • Pembesaran cairan, penurunan pH cairan serebrospinal, atau adanya perubahan membran kapiler pada alveoli, serta retensi cairan edema ditandai dengan pola nafas yang tidak normal.
  • Kerusakan pada saraf sekunder ditandai dengan risiko tinggi kejang.
  • Penurunan pH cairan serebrospinal juga ditandai dengan peribahan perfusi serebral.
  • Gangguan konduksi elektrikal ditandai dengan risiko tinggi aritmia
ads

3. Intervensi

Tahapan berikutnya setelah melakukan pengkajian dan juga diagnosis keperawatan adalah melakukan intervensi. Berikut beberapa hal yang akan dilakukan.

  • Pada pasien dengan diagnosis fase diuresis penyakit GGAakan dilakukan askep dalam waktu 1 hari (1 x 24 jam) dengan tujuan untuk mengatasi defisit volume cairan. Tujuan askep ini adalah untuk menghilangkan sakit kepala, melembabkan membran muosa, serta menormalkan urine (lebih dari 600 ml per hari).
  • Pada paisen dengan diagnosis pembesaran cairan, penurunan pH cairan serebrospinal, atau adanya perubahan membran kapiler pada alveoli, serta retensi cairan edema: akan dilakukan askep dalam waktu 1 hari (1 x 24 jam) dengan tujuan untuk mengatasi pola nafas pada pasien sampai pasien mengalami nafas yang tidak lagi sesak, atau minimal berada pada batas normal yaitu 16-20 kali nafas per menit.
  • Pada pasien dengan diagnosis kerusakan pada saraf sekunder: akan dilakukan askep dalam waktu 1 hari (1 x 24 jam) untuk menghentikan kejang yang terjadi selama berulang kali.
  • Pada pasien dengan penurunan pH cairan serebrospinal yang ditandai dengan peribahan perfusi serebral: akan dilakukan askep dalam waktu 2 hari (2 x 24 jam) untuk mengoptimalkan perfusi jaringan otak. Keberhasilan askep akan ditandai dengan kondisi pasien yang sudah membaik dan tidak merasa sakit kepala serta kebingungan.
  • Pada pasien dengan diagnosis gangguan konduksi elektrikal: akan dilakukan askep dalam jangka waktu 1 hari (1 x 24 jam) untuk mencegah aritmia. Dengan askep ini, tujuannya adalah agar pasien tidak mengalami kegelisahan, tidak mengalami defisit neurologis, dan juga memiliki kadar kalium serum yang tetap normal.

Baca juga:

4. Implementasi

Tahapan berikutnya adalah implementasi. Beberapa hal yang dilakukan selama tahapan implementasi askep gagal ginjal akut ini antara lain sebagai berikut.

  • Membantu mencapai tujuan terapi

Dalam hal ini, askep dilakukan untuk memberikan rekomendasi pada pasien mengenai hal-hal mendasar untuk mencapai kesembuhan, seperti mengusahakan agar pasien mengetahui pantangan, memberi penyuluhan mengenai diet, memberikan bantuan agar bisa buang air besar secara lancar, memberikan vitamin atau suplemen yang disarankan, menghindari cedera dan infeksi pada pasien, dan juga mencegah pendarahan pada pasien.

  • Memberikan kenyamanan pada pasien

Dalam hal ini askep dilakukan untuk membuat pasien lebih merasa nyaman, yaitu dengan membantu mengurangi rasa gatal, membantu tidur lebih berkualitas, dan juga menyiapkan bantuan untuk iritasi, infeksi, atau otot yang kejang.

Sponsors Link

  • Melakukan konsultasi dan penyuluhan

Askep dalam hal ini dilakukan untuk memberi tahu pasien mengenai hal-hal yang sebelumnya tidak diketahuinya, misalnya mengenai jenis-jenis terapi atau jenis obat yang akan diberikan, memberi motivasi kesembuhan dan mengatur gaya hidup baru yang lebih sehat, dan sebagainya.

5. Evaluasi

Tahap terakhir dari asuhan keperawatan gagal ginjal akut adalah dengan melakukan evaluasi. Evaluasi dilakukan untuk mengetahui apakah askep yang sudah dilakukan berhasil atau tidak, sehingga akan diketahui perlakuan lanjutan yang dibutuhkan bagi pasien. Dalam evaluasi, hal-hal yang diperhatikan pada pasien antara lain seperti kondisi pasien, apakah gejala yang timbul semakin mereda atau semakin bertambah parah, atau apakah pasien membutuhkan penanganan lanjutan akan kondisinya, dan sebagainya.

Baca juga:

Demikianlah beberapa penjelasan mengenai tahapan dalam askep gagal ginjal akut yang dilakukan untuk konsep perawatan dari pasien gagal ginjal akut agar keluhan dan gejala penyakit bisa diatasi dengan tepat dan sesuai prosedur. Semoga artikel ini bisa memberikan pengetahuan tambahan yang bermanfaat.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan