Sponsors Link

Apakah Penyakit Ginjal Bisa Hamil? Temukan Jawabannya!

Sponsors Link

Kehamilan adalah salah satu saat yang ditunggu oleh pasangan suami istri yang ingin mendapatkan momongan secepatnya. Hal itu sangat wajar, mengingat setiap keluarga pastinya menginginkan untuk mendapatkan momongan yang bisa melanjutkan keturunannya kelak. Oleh karena itulah, kehamilan menjadi salah satu hal yang pada umumnya membahagiakan semua orang.

ads

Akan tetapi, kadang kala penyakit tertentu menjadi penghambat dan mungkin menjadi sebab kehamilan tidak bisa terjadi atau mungkin membahayakan bagi ibu yang sedang hamil. Lantas, apakah penyakit ginjal bisa hamil? Apakah ibu yang menderita gagal ginjal bisa mengalami kehamilan? Apakah sering kencing saat hamil bisa mengganggu kehamilan? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, silakan lanjutkan membaca di bawah ini ya.

Kehamilan Saat Sakit Ginjal

Pada umumnya, kehamilan bisa terjadi pada berbagai kondisi meskipun sang ibu mengalami penyakit-penyakit tertentu. Penyakit ginjal adalah salah satu jenis penyakit yang cukup membahayakan. Mereka yang menderita penyakit ginjal, pada umumnya membutuhkan perawatan dan penanganan yang cukup serius. Apalagi apabila penyebabnya tidak bisa dihindari, seperti penyebab ginjal bocor pada ibu hamil.

Salah satu jenis perawatan yang bisa dilakukan pada mereka yang menderita penyakit ginjal adalah perawatan dengan metode cuci darah atau hemodialisis. Hemodialisis adalah terapi yang digunakan dan dijalankan oleh para penderita gangguan ginjal terminal ketika obat-obatan tidak lagi efektif untuk membantu memperbaiki fungsi ginjal. Ketika sudah dilakukan hemodialisis, maka hal itu menunjukkan bahwa tubuh tidak bisa mengeluarkan kotoran dalam tubuh dengan mandiri, karena ginjal telah kehilangan fungsinya.

Pada dasarnya, untuk menjawab apakah penyakit ginjal bisa hamil, maka jawabannya adalah bisa. Akan tetapi, kehamilan pada penderita penyakit ginjal, tidak peduli apakah penyakit ginjal itu gagal ginjal ataupun penyakit yang lain, merupakan salah satu jenis kehamilan yang memiliki risiko tinggi. Bahkan, kehamilan itu sendiri tanpa adanya riwayat penyakit ginjal, merupakan salah satu hal yang bisa menyebabkan kelainan pada ginjal seperti infeksi saluran kemih, hipertensi dan lainnya. Dengan kata lain, penyakit ginjal dan kehamilan adalah kontraindikasi yang perlu dihindari. Ketika hamil dengan keadaan sakit ginjal, maka itu berarti kondisi ginjal bisa bertambah parah.

Risiko-risiko Kehamilan Penderita Penyakit Ginjal

Sebagiamana disebutkan diatas, walaupun jawaban terhadap apakah penyakit ginjal bisa hamil adalah bisa, akan tetapi kehamilan pada para penderita penyakit ginjal memiliki risiko yang tinggi. Risiko pertama adalah bahwa ginjal dan kehamilan itu sendiri adalah suatu kontraindikasi, yang berarti akan saling memperparah satu dengan yang lainnya.

Tidak hanya risiko tersebut, penyakit ginjal, khususnya yang mengalami dialisis, juga berpeluang untuk menurunkan kesuburan ibu-ibu yang menderita penyakit ginjal. Artinya, tingkat kesuburan dari sang ibu yang memiliki penyakit ginjal bisa semakin rendah. Dengan demikian, kehamilan pada saat menderita ginjal juga sulit tercapai. Walaupun para ibu mengalami haid, akan tetapi mereka tidak memproduksi ovum yang fertil. Oleh karena itulah masalah ginjal seperti infeksi ginjal pada ibu hamil sebaiknya segera diatasi.

Risiko berikutnya adalah berkaitan dengan angka bertahan hidup pada janin yang dikandung oleh sang ibu. Pada ibu yang tidak memiliki riwayat penyakit apa pun, tingkat bertahan janin adalah sebesar 95%, yang menunjukkan bahwa ibu hamil yang sehat memiliki peluang sangat besar untuk mampu melahirkan bayi dan tidak mengalami keguguran. Sedangkan pada wanita hamil yang mengalami penyakit ginjal, khususnya mereka yang telah menjalani cuci darah, angka bertahan hidup janin hanyalah sebesar 52%.

Sponsors Link

Selain angka bertahan hidup yang rendah, adanya gangguan fungsi ginjal pada ibu hamil tersebut bisa menyebabkan berbagai macam komplikasi terjadi pada janin, seperti misalnya komplikasi BBLR. Risiko lainnya adalah terjadinya persalinan kurang bulan dan tentunya kematian pada janin yang berisiko lebih tinggi, meskipun sang ibu hamil sering menjalani perawatan ginjal. Hal ini disebabkan karena zat-zat sampah yang ada di dalam tubuh mempengaruhi asupan nutrisi bayi dan perkembangan yang bisa dilakukan oleh bayi.

Kesimpulan

Sampai di sini kita bisa mengetahui bahwa kehamilan pada ibu yang menderita penyakit ginjal tertentu, khususnya pada mereka yang telah melakukan dialisis, memiliki risiko yang cukup besar dan membahayakan tidak hanya sang ibu, tetapi juga si bayi. Oleh karena itulah, walaupun jawaban terhadap apakah penyakit ginjal bisa hamil adalah iya, tetapi bagi ibu-ibu dan juga bagi sang suami, harus mempertimbangkan dengan bijak apakah mereka harus benar-benar mendapatkan momongan saat itu juga ataukah tidak. Mereka harus mempertimbangkan bahaya penyakit ginjal pada ibu hamil dengan tepat.

Apabila boleh menyarankan, maka kami menyarankan bagi para ibu ataupun suami yang ingin mendapatkan momongan, akan tetapi sang ibu mengalami masalah penyakit ginjal, lebih baik berusaha untuk mendapatkan kesembuhan terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk memiliki momongan. Memiliki anak bisa menyusul, tetapi keselamatan dan kesehatan sang ibu tidak bisa ditawar lagi. Tentunya kita semua berharap ibu dan janin yang lahir sehat-sehat saja bukan? Oleh karena itulah, menunda kehamilan dalam hal ini kami anggap lebih tepat.

Sponsors Link

Jadi, kesimpulannya adalah bahwa jawaban terhadap pertanyaan apakah penyakit ginjal bisa hamil adalah bisa. Namun demikian, perlu dipertimbangkan terlebih dahulu apakah kehamilan tersebut benar-benar harus dilakukan ketika sang ibu menderita penyakit ginjal. Hal itu disebabkan karena risiko yang muncul tidak hanya pada sang ibu, tetapi juga keselamatan sang janin itu sendiri. Oleh karenanya, menunda kehamilan dan menyembuhkan sang ibu terlebih dahulu, pada umumnya lebih baik. Jangan lupa untuk mempelajari pula masalah penyebab gagal ginjal pada ibu hamil dan jangan lupa untuk berkonsultasi dengan dokter kepercayaan Anda ya!

Selamat menjaga kesehatan ginjal!

Sponsors Link
>
, ,