Sponsors Link

5 Cara Mengatasi Anemia Pada Penyakit Ginjal Kronis

Sponsors Link

Anemia bisa terjadi pada penderita penyakit ginjal kronis permanen ataupun untuk penderita yang kehilangan sebagian fungsi bagian organ ginjal mereka. Anemia bisa mulai berkembang di tahap awal CKD ketika seseorang sudah memiliki 20 hingga 50% fungsi ginjal normal mereka. Anemia kemudian bisa memburuk seiring dengan masalah ginjal tersebut dan umumnya penderita yang mengalami gangguan fungsi ginjal menyeluruh atau gagal ginjal memang akan menderita anemia. Anemia pada penyakit ginjal kronis terjadi karena ginjal rusak atau sakit tidak bisa membuat EPO dalam jumlah yang cukup sehingga sumsum tulang tidak memproduksi sel darah merah dalam jumlah yang cukup dan anemia bisa terjadi. Saat darah mengandung sel darah merah yang sedikit, maka ini bisa mengurangi kebutuhan oksigen tubuh. Selain itu anemia pada penderita gangguan ginjal juga bisa terjadi karena hemodialisis dan nutrisi rendah dalam makanan. Tergantung dari penyebabnya, dokter nantinya bisa mengobati anemia pada penyakit ginjal kronis dengan beberapa jenis pengobatan seperti yang akan kami sampaikan berikut ini.

ads
  1. Zat Besi

Pengobatan pertama untuk mengatasi anemia pada penyakit ginjal kronis adalah dengan meningkatkan kadar zat besi. Pil yang berisi zat besi bisa diberikan untuk meningkatkan kadar zat besi dan juga hemoglobin. Akan tetapi untuk pasien yang menjalani proses hemodialisis membutuhkan penelitian lebih karena pil tersebut terbukti tidak bekerja dengan baik seperti ketika diberikan secara intravena.

  1. Erythropoietin

Apabila dari tes darah memperlihatkan ciri ciri penyakit ginjal adalah penyebab paling memungkinkan dari anemia, maka pengobatan seperti suntikan bentuk rekayasa genetika dari EPO bisa diberikan. Perawat nantinya akan menyuntik pasien dengan EPO subuktan atau di bawah kulit sesuai dengan yang dibutuhkan. Sedangkan untuk beberapa pasien bisa belajar tentang cara menyuntikkan EPO tersebut sendiri. Untuk pasien hemodialisis bisa menerima EPO intravena ini selama hemodialisis.

Dari penelitian membuktikan jika EPO bisa meningkatkan risiko gangguan kardiovaskular seperti stroke dan serangan jantung untuk seseorang dengan ciri ciri ginjal bermasalah seperti penyakit ginjal kronis. Nantinya penyedia layanan kesehatan akan meninjau kesehatan pasien dengan hati hari sekaligus menentukan apakah EPO menjadi pengobatan terbaik yang bisa diberikan.

Para ahli juga menyarankan dosis rendah EPO sehingga kebutuhan untuk transfusi sel darah merah bisa dikurangi. Selain itu penyedia layanan kesehatan juga harus mempertimbangkan tentang pemakaian EPO hanya jika kadar hemoglobin pasien di bawah 10 g/dL. Penyedia layanan kesehatan juga tidak diperbolehkan untuk menggunakan EPO dalam mempertahankan tingkat hemoglobin pasien di atas 11.5 g/dL. Pasien yang menerima EPO juga harus melakukan tes darah teratur untuk memantau hemoglobin sehingga penyedia layanan kesehatan bisa menyesuaikan dosis EPO pada saat tidak terlalu tinggi atau terlalu rendah. Dokter nantinya juga harus berdiskusi tentang manfaat dan risiko yang bisa didapat dari EPO dengan para pasien ginjal rusak.

Untuk penderita penyakit ginjal juga sangat membutuhkan suplemen zat besi dan juga EPO ini agar jumlah dari sel darah merah bisa ditingkatkan. Namun perlu diwaspadai jika untuk beberapa orang, suplemen zat besi dan juga EPO ini justru bisa meningkatkan gejala anemia.

  1. Transfusi Sel Darah Merah

Apabila hemoglobin pasien terlalu rendah, maka dokter kemungkinan akan menyarankan transfusi sel darah merah ke dalam vena pasien yang bertujuan untuk meningkatkan persentase darah penderita yang terdiri dari sel darah merah untuk meningkatkan jumlah oksigen bagi tubuh penderita. 

Sponsors Link

  1. Vitamin B12 dan Asam Folat

Dokter juga biasanya akan menyarankan penderita penyakit ginjal kronis seperti kista ginjal dan anemia untuk mengkonsumsi vitamin B12 dan juga suplemen asam folat. Suplemen vitamin ini nantinya bisa mengatasi tingkat vitamin B12 dan asam folat yang rendah sehingga anemia bisa diatasi. Untuk memastikan perawatan dilakukan dengan aman, maka pasien harus berdiskusi dulu dengan praktek medis komplementer dan alternatif untuk penggunaannya termasuk juga suplemen makanan dengan dokter.

  1. Diet dan Nutrisi

Anemia pada penyakit ginjal kronis yang disebabkan karena zat besi, vitamin B12 atau kurang asam folat juga disarankan untuk menyertakan sumber nutrisi dalam diet. Beberapa makanan yang tinggi akan natrium atau diet rendah fosfor saat puasa harus dibatasi untuk diet penderita penyakit ginjal kronis. Sebelum merubah pola makan, maka penderita penyakit ginjal kronis juga harus berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi sehingga bisa membantu membuat daftar makanan sehat untuk pasien. 

Sponsors Link

Beberapa jenis makanan yang sangat direkomendasikan diantaranya adalah:

  • Kacang panggang
  • 100% sereal sarapan
  • Daging sapi
  • Bayam rebus
  • Ikan forel
  • Hati sapi
  • Kerang goreng
  • Bayam segar
  • Tuna kaleng.

Sponsors Link
>
, , ,