Sponsors Link

Analisis Anemia Pada Anak Penderita Penyakit Ginjal

Sponsors Link

Banyak orang yang sudah akrab dengan istilah anemia yang sangat umum terjadi pada penderita gagal ginjal kronis. Anemia bisa terjadi pada saat seseorang tidak memiliki cukup sel darah merah. Pada penyakit ginjal kronis, ginjal tidak bisa membuat hormon yang disebut dengan eritropoietin atau EPO yang dibutuhkan tubuh untuk membuat sel sel darah merah. Pada saat EPO tersebut tidak mencukupi, maka sel sel darah merah yang dibuat juga semakin sedikit. Pada penyakit ginjal, anemia bisa terjadi bahkan sebelum gejala gagal ginjal kronik terjadi dan biasanya juga terjadi pada seseorang yang melakukan dialisis sehingga zat besi sangat penting untuk dipenuhi. Supaya lebih jelas, berikut kami berikan ulasan tentang analisis anemia pada anak penderita penyakit ginjal selengkapnya.

Gejala Anemia

Meski tidak semua orang memiliki gejala yang sama, anemia bisa mengakibatkan seseorang juga mengalami gejala seperti:

  • Terlihat pucat.
  • Kuku semakin rapuh.
  • Tidak memiliki energi cukup untuk beraktivitas.
  • Merasa lemah dan lelah.
  • Mudah iritasi.
  • Mempunyai keinginan tidak biasa untuk hal yang aneh.
  • Nafsu makan buruk.
  • Pusing dan sakit kepala.
  • Sulit tidur.
  • Sesak napas.
  • Detak jantung lebih cepat.
  • Sulit ketika ingin berpikir jelas.
  • Merasa tertekan.
  • Mengalami sindrom restless legs yakni kesemutan tidak nyaman di area kaki.

Dokter nantinya bisa mengetahui apakah seorang anak memiliki anemia dengan cara mengukur hemoglobin atau Hb dalam darah. Hemoglobin ini nantinya akan membawa oksigen ke semua sel tubuh sebagai energi. Pada saat seseorang melakukan pemasangan kateter dialisis, maka hemoglobin juga harus diperiksa dengan teratur.

Apakah Anemia Defisiensi?

Anemia defisiensi zat besi atau iron deficiency anemia merupakan anemia yang terjadi akibat jumlah zat besi dalam tubuh tidak mencukupi. Zar besi mempunyai peran penting dalam banyak hal dan menjadi salah satu mineral penting yang dibutuhkan untuk kesehatan tubuh menyeluruh dan sel darah yang sehat. Zat besi akan membantu tubuh untuk membuat hemoglobin yang ditemukan dalam sel sel darah merah. Jika tidak ada zat besi yang cukup, maka sel darah merah tidak mempunyai cukup hemoglobin untuk membawa oksigen.

Penyebab Anemia Defisiensi

Zat besi yang ada dalam banyak makanan dan diet merupakan sumber utama zat besi. Selain tidak memperoleh zat besi dalam jumlah cukup pada diet, ada beberapa hal lain yang bisa menyebabkan anemia defisiensi, seperti:

  • Kehilangan darah karena kecelakaan, sakit maag, operasi, gangguan ginjal atau tumor kandung kemih, kanker atau polip pada usus dan beberapa penyebab lainnya.
  • Infeksi atau peradangan yang terjadi di dalam tubuh.
  • Penyakit usus yang menjaga zat besi supaya tidak terserap ke dalam usus.
  • Kurang vitamin B12 atau asam folat di dalam tubuh.
  • Penyakit seperti ciri ciri penyakit ginjal, penyakit hati, HIV/AIDS, lupus atau penyakit autoimun dan kanker.
  • Penyakit yang menghancurkan atau merugikan sel darah seperti penyakit sel sabit.
  • Beberapa jenis anemia turunan.

Hubungan Dialisis Dengan Kekurangan Zat Besi

Banyak orang yang melakukan dialisis menanyakan apakah bisa berisiko kekurangan zat besi. Jawabannya adalah benar sebab seseorang yang melakukan dialisis butuh zat besi tambahan karena beberapa hal, seperti:

1. Kurang Mengkonsumsi Makanan Tinggi Zat Besi

Beberapa makanan yang memiliki kandungan zat besi tinggi seperti kacang dan daging merah mungkin dikonsumsi dalam jumlah terbatas dalam diet dialisis. Jika tidak mengkonsumsi makanan yang tinggi akan zat besi, maka bisa berisiko kekurangan zat besi. Ahli gizi nantinya bisa sangat membantu untuk memilih makanan sumber zat besi terbaik, mineral dan vitamin lain yang dibutuhkan.

2. Kehilangan Darah Selama Hemodialisis

Setiap selesai proses hemodialisis, sejumlah kecil darah umumnya akan tertinggal dalam dialyzer atau ginjal buatan. Ini bisa menyebabkan kehilangan zat besi dari waktu ke waktu. Bahkan ketika seseorang melakukan dialisis, maka kemungkinan juga butuh zat besi tambahan sebab mengonsumsi obat anemia lain yang akan memakai zat besi dalam tubuh.

Sponsors Link
>
, , ,