Sponsors Link

Informasi Tentang Anemia dan Kebutuhan Zat Besi Untuk Dialisis

Sponsors Link

Anda mungkin sudah sering mendengar istilah anemia. Anemia sendiri sangat umum terjadi pada saat anda menderita ciri ciri penyakit ginjal kronis atau CKD. Anemia bisa terjadi ketika seseorang tidak mempunyai cukup sel darah merah. Dalam penyakit ginjal kronis, tidak cukup menghasilkan hormon yang disebut dengan erythropoietin yang dibutuhkan tubuh untuk membuat sel darah merah. Berikut akan kami jelaskan tentang hubungan anemia dan kebutuhan zat besi untuk dialisis sebagai tambahan informasi.

Tubuh juga butuh zat besi untuk membuat sel darah merah. Ketika EPO atau zat besi tidak cukup, maka akan membuat seseorang memiliki lebih sedikit sel darah merah dan anemia bisa berkembang. Pada gejala awal penyakit ginjal, anemia bisa terjadi bahkan sebelum gagal ginjal dan sangat umum terjadi pada seseorang yang menjalani dialisis.

Apakah Anemia Defisiensi Besi

Sebelum kami menjelaskan tentang hubungan anemia dan kebutuhan zat besi untuk proses hemodialisis. Ada baiknya anda mengetahui lebih dulu apa itu anemia defisiensi besi.

Anemia defisiensi zat besi berarti anemia akibat terlalu sedikit zat besi di dalam tubuh. Zat besi sendiri merupakan mineral penting yang diperlukan untuk kesehatan secara menyeluruh dan sel sel darah yang sehat.

Zat besi akan membantu tubuh untuk membuat hemoglobin yang ditemukan dalam sel darah merah. Pada saat jumlah zat besi tidak mencukupi, maka sel darah merah tidak mempunyai cukup hemoglobin untuk membawa oksigen.

Penyebab Anemia Defisiensi Besi

Zat besi bisa ditemukan dalam banyak makanan dan diet menjadi sumber utama zat besi. Selain tidak memperoleh zat besi dalam jumlah cukup dari makanan, penyebab lain dari anemia defisiensi besi adalah sakit maag, tumor ginjal, pembedahan, kehilangan darah karena kecelakaan, ciri ciri tumor ginjal atau kandung kemih, kanker atau polip pada usus atau penyebab lain infeksi atau peradangan pada tubuh anda.

Apakah Dialisis Berisiko Tidak Memperoleh Zat Besi Cukup?

Seseorang yang menjalani dialisis akan butuh zat besi tambahan karena kurangnya makanan tinggi zat besi dalam diet. Beberapa makanan tinggi zat besi seperti kacang kacangan dan daging merah mungkin sangat terbatas dalam diet dialisis anda. Tidak memiliki kadar zat besi yang cukup dalam makanan tentunya akan meningkatkan risiko anda tidak memperoleh cukup zat besi.

Selain itu, pada akhir setiap perawatan hemodialisis, maka sejumlah kecil darah umumnya akan tertinggal di dalam dialyzer atau ginjal buatan serta pemasangan kateter dialisis dan ini bisa menyebabkan hilangnya zat besi dari waktu ke waktu.

Faktanya ketika anda menjalani dialisis, maka mungkin akan butuh zat besi tambahan sebab anda akan minum obat anemia lain yang disebut dengan ESA yang akan menghabiskan zat besi di dalam tubuh anda.

Tim medis nantinya akan melakukan tes darah untuk mengetahui apakah seseorang menderita anemia defisiensi besi yang kemudian akan dilanjutkan dengan membuat rencana perawatan yang tepat untuk anda.

Tim dialisis nantinya juga akan menguji kadar zat besi darah sebab zat besi bisa membantu tubuh membuat hemoglobin yang cukup.

Pengujian Tingkat Zat Besi

Untuk menguji tingkat zat besi, nantinya 2 tes darah penting akan dilakukan yang disebut dengan transferrin saturation [TSAT] dan ferritin.

Level TSAT anda juga harus setidaknya 20%. Sedangkan tingkat ferritin anda harus minimal 100 ng/mL jika anda memakai dialisis peritoneal dan lebih dari 200 ng/mL jika anda memakai hemodialisis. Tim perawatan dialisis nantinya akan menguji kadar zat besi secara teratur hingga anda mencapai target hemoglobin. Sesudah itu, mereka akan mengujinya setiap 3 bulan jika hemoglobin anda stabil yang juga menjadi perawatan pasca transplantasi ginjal.

Tanyakan juga pada dokter atau tim perawatan dialisis anda untuk hasil hemoglobin anda, zat besi dan juga beberapa tes penting lainnya. Anda bisa menyimpan catatan nilai lab untuk membantu anda tetap dalam target. Sangatlah penting untuk mengobati anemia karena bisa menyebabkan masalah serius pada jantung. Selain itu dengan mengobati anemia, maka anda akan memiliki banyak energi untuk melakukan tugas tugas harian dan meningkatkan kualitas hidup anda.

Sponsors Link
>
, , , ,
Oleh :
Kategori : Tips