Sponsors Link

7 Akibat Tidak Cuci Darah pada Gagal Ginjal yang Wajib Diketahui

Sponsors Link

Oleh karena itu, sebaiknya Anda memahami dengan lebih detail tentang apa saja akibat bila Anda tidak cuci darah sekaligus memperbaiki ginjal yang sedang menderita gagal ginjal dan juga memperlama masa hidup Anda. Walaupun obat terbaik gagal ginjal adalah cangkok ginjal, tetapi Anda harus tetap yakin bahwa ada peluang lain yang bisa membawa Anda pada kesembuhan, sembari melakukan cuci darah. Tidak sedikit orang yang akhirnya berhasil sembuh dari gagal ginjal dengan pengobatan yang rutin dan efektif, memanfaatkan berbagai macam metode pengobatan yang tentunya sudah melalui verifikasi klinis sehingga tidak akan membahayakan kehidupan Anda. Baca juga: Kebiasaan yang Bisa Merusak Ginjal

ads

Pada artikel ini, kita akan membicarakan tentang akibat tidak cuci darah agar Anda semakin meyakini nilai penting cuci darah terutama apabila Anda sudah mengalami penyakit gagal ginjal. Semoga dengan membaca efek samping yang akan kami paparkan di bawah ini bisa menambah keberanian serta keyakinan Anda untuk melakukan cuci darah secara rutin dan tidak sampai terlambat atau bahkan tidak melakukannya sama sekali. Dengan demikian kesehatan ginjal Anda juga dapat terjaga dengan baik.

Baca juga:

Berikut ini beberapa akibat tidak cuci darah pada gagal ginjal yang mungkin akan Anda alami apabila Anda tidak melakukan cuci darah secara rutin, atau hanya beberapa kali saja. Selamat membaca dan menghayati efek samping di bawah ini.

1. Meningkatnya kadar racun dalam tubuh

Sebagaimana yang telah disebutkan oleh banyak orang, ginjal adalah salah satu organ yang sangat penting untuk tubuh kita. Salah satu fungsi ginjal yang penting adalah membantu kita menyaring zat-zat yang tidak diperlukan atau berbahaya untuk tubuh kita. Oleh karena itu, ginjal menjadi salah satu garda terdepan untuk mengatasi masalah kesehatan kita terutama saat kita sudah terlanjur memakan atau meminum minuman tertentu yang sebenarnya mengandung racun-racun yang berbahaya bagi tubuh. Sebut saja beberapa di antaranya adalah soft drink,alkohol, dan lain sebagainya. Baca juga: Makanan Sehat untuk Ginjal

Ketika ginjal sudah tidak berfungsi lagi, maka proses filtrasi zat-zat yang masuk ke dalam tubuh tidak akan berjalan dengan maksimal, atau bahkan tidak berjalan sama sekali. Makanan atau minuman yang masuk ke dalam tubuh kita akan langsung mengalir begitu saja melalui darah pada tingkat yang paling ekstrem, sehingga dimungkinkan racun-racun yang ada dari makanan tersebut akan langsung menyebar ke dalam darah dan tubuh kita. Dengan demikian, bila tidak dilakukan cuci darah, dapat dipastikan bahwa kadar racun dalam darah akan selalu meningkat setiap hari. Lama kelamaan, racun yang terakumulasi di dalam tubuh tersebut pasti akan mengganggu kinerja tubuh kita. Baca juga: Minuman Pembersih Ginjal

2. Meningkatnya kadar kreatinin di dalam darah

Kreatinin adalah salah satu produk sisa metabolisme tubuh yang berasal dari proses kontraksi otot di dalam tubuh kita. Senyawa ini berasal dari sebuah zat yang bernama kreatin. Kreatin adalah salah satu senyawa yang menjadi salah satu pemasok energi untuk otot tubuh kita. Sebenarnya, kreatin adalah salah satu jenis asam amino yang diproduksi oleh hati, pankreas, ginjal dan bisa pula diperoleh dari luar tubuh dari berbagai sumber makanan tertentu seperti ikan atau daging. Baca juga: Penyebab Radang Ginjal

Di dalam badan kita, otot-otot di tubuh kita akan menyimpan kreatin dalam bentuk kreatin fosfat. Kreatin fosfat adalah salah satu senyawa sumber ATP yang akan diubah menjadi energi. Saat otot kita beristirahat, pernafasan aerobik biasa akan menyediakan energi yang cukup untuk tubuh kita sehingga tidak diperlukan adanya pemecahan kreatin fosfat. Akan tetapi, ketika tubuh kita bekerja dengan cukup berat maka akan dibutuhkan banyak ATP untuk menyediakan energi karena pernafasan aerobik tidak akan menyediakan cukup energi untuk dipasok ke dalam tubuh. Oleh karena itulah, pada pekerjaan otot yang berat akan cadangan kreatin fosfat di dalam tubuh akan digunakan untuk mengubah kreatin menjadi energi. Baca juga: Cara Mengobati Ginjal Bengkak

Penggunaan kreatin fosfat sebagai sumber ATP itu akan meghasilkan zat sisa yang bernama kreatinin. Kreatinin biasanya berada di dalam darah, kemudian akan disaring oleh ginjal dan dibuang melalui urin. Apabila ginjal sudah tidak berfungsi, maka jumlah kreatinin dalam darah juga tidak akan berkurang, sehingga lama kelamaan akan terjadi penumpukan kreatinin pada darah kita. Apabila kamu tidak melakukan cuci darah, maka tingkat kreatinin dalam darah akan semakin tinggi dan lama kelamaan akan menggangu fungsi tubuh yang lain.

Sponsors Link

3. Terganggunya suplai darah sehat

Darah sehat sangat diperlukan oleh tubuh kita agar organ-organ dalam tubuh dapat berfungsi dengan maksimal. Darah yang sehat mengandung oksigen, Hb yang cukup, nutrisi, dan berbagai hal lain yang penting untuk tubuh kita. Salah satu ciri darah yang buruk adalah darah tersebut mengandung sedikit sekali zat-zat yang diperlukan oleh tubuh kita. Selain itu,darah yang buruk juga mengandung banyak senyawa yang bersifat toksik atau racun yang akan menghambat kinerja tubuh kita.

Saat ginjal sudah kehilangan fungsinya alias menderita gagal ginjal, maka darah di dalam tubuh tidak akan melalui banyak proses penyaringan. Dengan demikian, bila kamu tidak melakukan cuci darah, darah yang mengalir di dalam tubuhmu sudah penuh dengan berbagai macam kotoran yang buruk untuk kesehatan tubuh. Akibatnya kamu bakal sering merasa lelah, dehidrasi, sesak nafas, kebingungan, penurunan kinerja otot, dan lain sebagainya. Otakmu juga bakal terpengaruh lo, karena otak juga dapat bekerja hanya bila dia memiliki darah yang baik untuk menunjang fungsinya.

Dengan demikian, bila kamu tidak melakukan cuci darah, sudah pasti tubuhmu akan dipenuhi oleh racun.

Baca juga:

ads

4. Peningkatan kadar urea dalam tubuh

Dalam tubuh kita yang normal, biasanya terdapat nitrogen urea yang merupakan zat sisa metabolisme dan akan disaring oleh ginjal. Senyawa ini menjadi salah satu penyusun dari urin. Pada penderita gagal ginjal, tubuh tidak akan dapat menyaring urea dalam tubuh karena ginjal sudah tidak lagi berfugnsi sehingga di dalam darah yang beredar di tubuh masih terdapat zat-zat sisa yang akan mengurangi kemampuan darah dalam mentransfer energi dan semacamnya.

Setelah menderita gagal ginjal dan kamu tidak melakukan cuci darah, maka tingkat urea di dalam darahmu juga akan tinggi. Tingginya kadar urea itu lama kelamaan akan berdampak pada kesehatan seluruh tubuhmu. Oleh karena itu, sebaiknya kamu melakukan cuci darah atau melakukan pengobatan lain yang dapat menggantikan fungsi cuci darah.

5. Penurunan kinerja organ tubuh

Seperti yang telah disebutkan di atas, bahwa organ tubuh kita membutuhkan asupan nutrisi yang baik agar tetap berfungsi dengan sebagaimana mestinya. Nutrisi tersebut semestinya dibawa oleh darah kita setelah tubuh kita mendapatkannya dari makanan atau minuman yang kita makan. Dengan kata lain, apabila darah kita buruk, alias kotor, maka nutrisi yang dibawanya juga akan berkurang drastis dan justru banyak tergantikan oleh racun-racun yang berbahaya bagi tubuh kita. Pada tingkat tertentu, bila ni berlangsung terus menerus, maka tidak menutup kemungkinan akan terjadi banyak masalah atau penyakit pada organ lain yang ada di dalam tubuhmu.

Paru-paru, lambung, hati, dan lain sebagainya, akan terganggu fungsinya apabila mereka tidak mendapatkan suplai darah yang baik. Oleh karena itu sebaiknya kamu tidak mengabaikan cuci darah ya, bila tidak ada mekanisme lain untuk membersihkan darahmu dari racun. Bila kamu tidak melakukan cuci darah, maka kemungkinan besar, tidak butuh waktu lama setelah kamu terkena gagal ginjal akan datang penyakit lain pada organ tubuhmu yang bakal memperparah keadaanmu.

Baca juga:

6. Memperburuk keadaan ginjal

Pada kasus-kasus tertentu, keharusan untuk cuci darah bisa terjadi lantaran ginjal sedang mengalami masa-masa kritis, misalnya karena dia bekerja terlalu berat. Oleh karena itu, melakukan cuci darah memungkinkan kita untuk mengurangi beban kerja ginjal sehingga ginjal dapat membaik dengan sendirinya. Akan tetapi hal ini tidak akan dapat terjadi apabila kamu tidak melakukan cuci darah. Alih-alih membaik, ginjalmu bisa jadi menjadi lebih parah karena kamu tidak melakukan cuci darah.

7. Kematian

Ini adalah akibat tidak cuci darah yang paling tidak diharapkan oleh banyak orang. Pada titik tertentu, tidak melakukan cuci darah akan menghasilkan berbagai macam efek yang pada akhirnya akan membuat pasien akan mengalami kematian. Oleh karena itu, sangat disarankan untuk tetap melakukan cuci darah apabila kamu ingin bertahan hidup dan mendapatkan obat lain yang lebih baik.

Sponsors Link

Penyebab gagal ginjal

Tidak ada obat yang lebih baik dibandingkan dengan mengobati terjadinya berbagai penyakit berbahaya yang dapat menyerang tubuhmu. Oleh karena itu, mengetahui penyebab gagal ginjal adalah salah satu hal yang penting untuk kamu ketahui agar kamu bisa menghindari penyakit gagal ginjal. Beberapa penyebab di bawah ini mungkin bersifat genetik, akan tetapi bukan berarti tidak dapat dihindari.

Berikut ini beberapa penyebab gagal ginjal yang mungkin dapat terjadi:

  • Cacat lahir pada saluran kemih saat masih di dalam kandungan ibu
  • Penyumbatan saluran kemih
  • Hidronefrosis saat janin
  • Infeksi saluran kemih
  • Gangguan refluks
  • Sindrom nefrotik atau ginjal bocor
  • Inflamasi pada ginjal
  • Infeksi pada ginjal.
  • Batu ginjal
  • Gagalnya pertumbuhan ginjal

Itulah beberapa akibat tidak cuci darah pada gagal ginjal yang akan terjadi padamu apabila kamu tidak melakukan cuci darah. Semoga setelah membaca tulisan ini kamu jadi lebih berani dan secara rutin melakukan cuci darah untuk bertahan dalam menghadapi penyakit gagal ginjal yang kamu derita.

Baca juga:

Sponsors Link
>
, ,
Oleh :
Kategori : Pengobatan