Sponsors Link

6 Penyakit Akibat Sering Menahan Kencing

Sponsors Link

Keinginan untuk buang air kecil adalah hal alami yang terjadi pada semua manusia termasuk juga hewan. Ini menjadi hal yang harus dilakukan agar tubuh bisa membuang segala sisa dan limbah yang sudah tidak dibutuhkan oleh tubuh. Kebiasaan sering menahan buang air kecil bukanlah hal baik karena bisa berdampak serius pada tubuh sebab kuman yang terkandung di dalam urin akan terlalu lama berada di kandung kemih yang semakin lama menyebabkan infeksi sistem urin menjalar ke organ ginjal dan menyebabkan kondisi yang jauh lebih serius. Supaya bisa lebih jelas, berikut akan kami berikan ulasan tentang beberapa akibat sering menahan kencing yang bisa terjadi.

ads
  1. Infeksi Saluran Kencing

Akibat sering menahan kencing yang pertama adalah penyakit infeksi saluran kemih atau urinary tract infection. Ini bisa terjadi karena bakteri yang ada di sekitar pembukaan uretra yakni tabung yang membawa urin keluar dari tubuh akan masuk ke dalam ketika seseorang tidak buang air kecil secara teratur. Seorang dokter dari Harvard Medical School mengatakan jika ISK adalah hal umum yang bisa terjadi ketika sering menahan kencing dalam waktu yang cukup lama sebab sebenarnya dengan buang air kecil, maka akan membantu tubuh untuk membuang bakteri. Namun ketika keinginan buang air kecil tersebut ditahan, maka akan ada bakteri yang berkembang biak.

  1. Kandung Kemih Sensitif

Sensitivitas kandung kemih antara setiap orang memang berbeda beda yang dipengaruhi dengan apa yang dikonsumsi baik makanan atau minuman. Namun, menahan buang air kecil juga bisa membuat kandung kemih semakin sensitif. Ini disebabkan karena kandung kemih akan membentang sesuai dengan meningkatnya jumlah urin yang ditampung sehingga membuat sensor terlalu aktif dan membuat seseorang ingin kencing melebihi dari frekuensi buang air kecil normal biasanya. Ini juga menjadi gehala infeksi kandung kemih sehingga sebaiknya segera diperiksakan ke dokter.

  1. Kandung Kemih Bengkak

Umumnya, kandung kemih bisa menyimpan hingga 15 ons cairan. Apabila sudah minum sebanyak delapan gelas air per hari, maka jumlah cairan yang dikonsumsi sekitar 64 ons sehingga rata rata kandung kemih bisa menyimpan seperempat air yang diminum setiap hari. Untuk itulah, meski sudah minum banyak cairan untuk menjaga kandungan cairan dalam tubuh dan ginjal, maka tubuh juga akan berada dalam kondisi yang baik. Akan tetapi, semuanya juga tidak akan memberikan dampak yang baik jika tidak diikuti dengan buang air kecil secara teratur. Hal penting yang membuat banyak ahli kesehatan  dan kecantikan menyarankan agar minum cukup cairan untuk membersihkan fungsi ginjal sekaligus juga melancarkan buang air kecil sehingga bisa seimbang.

  1. Batu Ginjal

Akibat sering menahan kencing berikutnya yang bisa terjadi adalah batu ginjal yang terbentuk pada ginjal dari kelebihan natrium dan kalsium. Endapan mineral yang tidak dikeluarkan tersebut secara teratur maka akan membentuk batu ginjal. Ketika penderita ingin mengeluarkan batu tersebut, maka akan terasa sangat menyakitkan.

  1. Interstitial Cystitis

Interstitial cystitis bisa terjadi karena infeksi bakteri yang menyebabkan peradangan pada kandung kemih. Gejala interstitial cystitis atau sistitis tersebut diantaranya adalah timbul rasa sakit di area panggul dan sering buang air kecil yang bahkan sudah lebih dari 60 kali dalam sehari. Meski penyakit ini tidak bisa diobati, akan tetapi masih ada beberapa perawatan yang bisa dilakukan untuk mengurangi rasa sakit. 

Sponsors Link

  1. Gagal Ginjal

Gagal ginjal bisa terjadi ketika fungsi ginjal dalam menyaring racun dan juga limbah darah serta kemungkinan juga merupakan hasil infeksi akibat menahan kencing. Beberapa gejala gagal ginjal yang mudah dilihat dan dirasakan adalah feses berdarah, memar dan juga perubahan suasana hati. Jika gagal ginjal sudah terjadi maka harus membutuhkan perawatan medis agar dokter bisa mengeluarkan racun dan mengembalikan fungsi ginjal. Namun jika gagal ginjal yang terjadi sangat parah, maka dialisis atau transplantasi ginjal harus dilakukan.

Saraf akan mengirim sinyal pada otak ketika kandung kemih sudah penuh sehingga jika tanda tanda ini terlihat, maka pastikan untuk segera buang air kecil. Selain itu, rasa kembung dan juga penuh di kandung kemih juga menjadi tanda paling tepat untuk buang air kecil.

Sponsors Link
>
, , ,